www.myfurniture8.com-alat terapi |Soft Play

Login
Information
News
5 Desember 2017
Pemkot Bagikan 51 Alat Bantu Disabilitas
Pemkot Solo detail

1 Desember 2017
Muniyati dan Anak-Anak Autis yang Cakap Menenun Songket
Anak Autis yang Cakap Menenun Songket detail

13 November 2017
Jaga Kandungan, Cegah Down Syndrome
Down Syndrome detail

18 Oktober 2017
Pantau Tumbuh Kembang Anak Lewat KIA
Pantau Tumbuh Kembang Anak Lewat KIA detail

» index berita

Jaga Kandungan, Cegah Down Syndrome


13 November 2017

Jenis penyakit ini merupakan kelainan genetik yang dialami sejak dalam kandungan. Down syndrome tidak bisa disembuhkan tapi anak bisa diterapi dengan penanganan khusus. Satu-satunya cara mencegah down syndrome adalah menjaga kesehatan saat hamil.

Dalam tubuh manusia mengandung 23 pasang kromosom yang mengandung materi genetik. Kandungan kromosom semua mengikuti orangtuanya. “Sementara anak yang mengalami down syndrome mengalami kelebihan kromosom, sehingga perkembangan otaknya terhambat,” ujar psikolog Hairaini Lubis, diwawancarai Celoteh Rabu (12/10).

Dia mengatakan, seorang anak yang mengalami down syndrome akan mengalami hambatan dalam perkembangan kognitif, fisik, dan juga sosial.

Biasanya nilai intelejensinya di bawah angka normal, yaitu di angka 70. Lalu ketidakmampuan berkomunikasi dengan orang lain, menangkap pelajaran lebih terbatas. Dan kosakata yang dikuasainya sedikit, sehingga membuatnya kesulitan untuk memulai percakapan.

“Kelainan fisik dilihat dari wajah.  Biasa dikenal dengan istilah, seribu wajah. Memang anak yang mengalami down syndrome bentuk wajahnya serupa.  Cirinya, perawakan pendek, mata sipit, muka bulat, dan kakinya lebar,” papar dia.

Sambung dia, down syndrome terjadi saat pembentukan kromosom terjadi kelainan. Misalnya, saat proses kehamilan terkena virus atau terjadi pembelahan yang tidak sempurna.

Tubuh yang normal memiliki 46 kromosom. Setengahnya berasal dari ibu dan setengahnya dari ayah. Anak yang mengalami down syndrome memiliki 47 kromosom yang terjadi akibat pembagian yang tidak biasa pada kromosom 21. “Tambahan kromosom ke-21 inilah yang menyebabkan terjadinya hambatan perkembangan otaknya,” jelas dia.

Down syndrome juga tidak terlepas dari faktor eksternal. Yaitu pengaruh toksin, asupan gizi yang kurang, dan juga karena terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan. Maka, ketika keluarga sudah ada yang memiliki riwayat down syndrome mesti lebih ekstra perhatian pada janin. “Lakukan pemeriksaan rutin saat hamil hingga kehamilan Anda terpantau perkembangannya,” pungkas dia. (*/lia/her/k9)



Baca juga
  » 5 Desember 2017
Pemkot Bagikan 51 Alat Bantu Disabilitas
Pemkot Solo

  » 1 Desember 2017
Muniyati dan Anak-Anak Autis yang Cakap Menenun Songket
Anak Autis yang Cakap Menenun Songket

  » 18 Oktober 2017
Pantau Tumbuh Kembang Anak Lewat KIA
Pantau Tumbuh Kembang Anak Lewat KIA

  » 29 September 2017
Ruang Ramah dan Aman Anak Semakin Sempit
Ruang Ramah dan Aman Anak Semakin Sempit

  » 2 September 2017
Sering Tantrum, Putra Anji Jalani Terapi Sensori Integrasi
Terapi Sensori Integrasi