UBSI Wujudkan Pelayanan Terapi Ramah Anak Langkah Nyata Membangun Inklusivitas di Kazama Bekasi
27 Oktober 2025
BSINews, Bekasi- Sebagai bentuk kepedulian terhadap tumbuh kembang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas lembaga pendidikan dan terapi anak. Kegiatan bertajuk “Penerapan Manajemen Pelayanan Inklusif di Pusat Tumbuh Kembang Anak Kazama Bekasi” ini menjadi wujud nyata kontribusi UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif yang tak hanya fokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada penguatan nilai kemanusiaan dan inklusivitas sosial.
Baca juga: Dosen UBSI Beri Pelatihan Green Product kepada Guru Lembaga Pendidikan Kazama Tambun Selatan
Pelatihan yang berlangsung di Kazama Bekasi, berlokasi di Perumahan Griya Asri 1, Jl. Bungur Blok B 14 No.7, Tambun Selatan, ini diikuti oleh para terapis, staf, dan pengelola lembaga pada Minggu (5/9). Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran bersama dalam mengimplementasikan manajemen pelayanan yang ramah anak, partisipatif, serta melibatkan orang tua sebagai mitra utama dalam proses terapi.
Tim dosen UBSI yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Enggar Widianingrum, Aprillia, Theysa Sahlani Pratiwi, Ulfa Rahma Dhini, Haiva Nur Fauziah, dan Sandra Viona. Mereka berperan aktif dalam memberikan materi, pelatihan, serta pendampingan kepada para peserta agar mampu menerapkan prinsip manajemen inklusif secara efektif di lembaga masing-masing.
Dalam pelaksanaannya, tim dosen UBSI menekankan pentingnya penerapan manajemen pelayanan inklusif di lembaga terapi seperti Kazama Bekasi. Pendekatan ini menitikberatkan pada pelayanan yang menyeluruh bukan hanya dari sisi medis atau teknis terapi, tetapi juga dari aspek komunikasi, empati, dan lingkungan yang mendukung anak untuk merasa aman, diterima, dan termotivasi.
“Kami ingin membantu lembaga seperti Kazama agar mampu mengelola pelayanan dengan lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan anak serta orang tua. Inklusivitas bukan sekadar konsep, tetapi nilai yang harus hidup dalam setiap interaksi pelayanan,” ungkap Theysa Sahlani Pratiwi, salah satu dosen pelaksana UBSI dalam sesi diskusi pelatihan.
Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk memahami pentingnya family centered care, di mana keluarga menjadi bagian integral dari proses tumbuh kembang anak. Ditekankan pula manfaat penerapan manajemen inklusif, seperti peningkatan kualitas layanan, keterlibatan staf yang lebih baik, dan penguatan hubungan emosional antara lembaga dan keluarga.
Baca juga: Dosen UBSI Dorong Transformasi Digital Tata Pamong Lewat Prompt AI
“Manfaat utama bagi anak-anak berkebutuhan khusus juga sangat besarmulai dari terciptanya lingkungan yang aman dan suportif, hingga peningkatan potensi maksimal anak dalam bidang motorik, kognitif, dan sosial. Dengan pendekatan yang menghargai keunikan tiap individu, manajemen inklusif menjadi jembatan menuju sistem terapi yang lebih manusiawi dan berkelanjutan,” tambahnya.
Baca juga
Kunjungi SLBN Wonogiri, Gubernur Dukung Penuh Pendidikan Inklusif dan Pengembangan Peserta Didik di
Dampingi Tumbuh Kembang Anak Autisme dan ADHD dengan Terapi Sensori Integrasi, Apa Manfaatnya?
Manfaat Terapi Sensori Integrasi pada Anak Autisme dan ADHD
Dukung Tumbuh Kembang Anak, ULD Lakondik Gandeng RS H.A Zaky Djunaid Buka Akses Terapi Wicara




